YangHarus Kamu Pentingkan Adalah Penilaian Allah, Bukan Manusia. Jika Ada yang Berkomentar Buruk Tentangmu, Tidak Usah Dimasukkan ke Hati. Jagalah Hatimu Untuk Tak Terpengaruh Untuk Emosi, Kamu Harus Tenang. Jangan Gegabah Amarah, Kendalikan Hatimu Untuk Tenang. Percayalah Allah Akan Selalu Adil Membalas Setiap Kesabaranmu. Jalanuntuk menjadikan diri lebih baik memang tidaklah mulus, sebab Allah pasti akan mengujimu dengan hal-hal yang nantinya akan menjadikanmu lebih mengerti KERJAKANapa yang bisa di Kerjakan. SELEBIHNYA biarkan Tangan Allah yang BEKERJA. BISNIS PASTI UNTUNG. Bersama PT YES YOMARI EKSIS SERENTAK. "PRODUCT Insyaallah Laras siap dalam memberikan jawaban. Jadi tolong, kita tidak usah bertemu dahulu seminggu ini. Dan tidak usah saling mencari. Biarkan takdir yang bekerja. Jika memang jodoh Laras adalah abang, Laras siap untuk jadi istri abang" Duta diam tak menjawab Laras. "Maaf mengganggu waktu abang, selamat bekerja. Perhatikan kesehatan abang. . Bekerja adalah bentuk amalan ibadah yang memiliki nilai lebih dimata Allah SWT. Karena dengan bekerja, kita menunjukkan usaha kita untuk mendapatkan rezeki sebagaimana yang telah diatur oleh Allah SWT. Dan bekerja dengan niat lillah, dan menafkahi keluarga, Allah SWT janjikan pahala untuk mereka yang bekerja untuk menafkahi keluarga dan ikhlas lillahi ta’ bekerja telah banyak dituliskan dalam firman Allah SWT. Lalu apa saja firman Allah SWT yang menyebutkan umat muslim harus bekerja? Simak selengkapnya dibawah At-Taubah [9]105وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ..waquli i’maluu fasayaraa allaahu amalakum warasuuluhu waalmu/minuuna wasaturadduuna ilaa aalimi alghaybi waalsysyahaadati fayunabbi-ukum bimaa kuntum ta’maluuna..Dan Katakanlah “Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mu’min akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu juga tentang Ayat – Ayat Al – Quran Tentang Senja , Ayat – Ayat Al Quran Tentang Persahabatan , Ayat – Ayat Al Quran Tentang Poligami , Ayat – ayat Al – Quran Tentang Hak Anak , dan Ayat Al-Quran Tentang Melakukan PerjalananQS. Al-Kahfi [18]79أَمَّا السَّفِينَةُ فَكَانَتْ لِمَسَاكِينَ يَعْمَلُونَ فِي الْبَحْرِ فَأَرَدْتُ أَنْ أَعِيبَهَا وَكَانَ وَرَاءَهُمْ مَلِكٌ يَأْخُذُ كُلَّ سَفِينَةٍ غَصْبًا..ammaa alssafiinatu fakaanat limasaakiina ya’maluuna fii albahri fa-aradtu an a’iibahaa wakaana waraa-ahum malikun ya/khudzu kulla safiinatin ghashbaan..Adapun bahtera itu adalah kepunyaan orang-orang miskin yang bekerja di laut, dan aku bertujuan merusakkan bahtera itu, karena di hadapan mereka ada seorang raja yang merampas tiap-tiap Al-Qashas [28]26 – 27قَالَتْ إِحْدَاهُمَا يَا أَبَتِ اسْتَأْجِرْهُ ۖ إِنَّ خَيْرَ مَنِ اسْتَأْجَرْتَ الْقَوِيُّ الْأَمِينُ..qaalat ihdaahumaa yaa abati ista/jirhu inna khayra mani ista/jarta alqawiyyu al-amiinu..Salah seorang dari kedua wanita itu berkata “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerjapada kita, karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja pada kita ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنْكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَىٰ أَنْ تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ ۖ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِنْدِكَ ۖ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ ۚ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ..qaala innii uriidu an unkihaka ihdaa ibnatayya haatayni alaa an ta/juranii tsamaaniya hijajin fa-in atmamta asyran famin indika wamaa uriidu an asyuqqa alayka satajidunii in syaa-a allaahu mina alshshaalihiina..Berkatalah dia Syu’aib “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah suatu kebaikan dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang- orang yang baik”.Dan pemuda dalam surah ini adalah tak lain dan tak bukan yaitu Nabi Musa juga tentang Ayat Al-Quran Tentang Cinta Sejati , Ayat Tentang Jodoh Dalam Islam , Ayat Tentang Kematian Dalam Islam , Ayat Tentang Pacaran Dalam Islam , dan Ayat Tentang Pergaulan Dalam IslamQS. Saba’ [34]12 – 13وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ غُدُوُّهَا شَهْرٌ وَرَوَاحُهَا شَهْرٌ ۖ وَأَسَلْنَا لَهُ عَيْنَ الْقِطْرِ ۖ وَمِنَ الْجِنِّ مَنْ يَعْمَلُ بَيْنَ يَدَيْهِ بِإِذْنِ رَبِّهِ ۖ وَمَنْ يَزِغْ مِنْهُمْ عَنْ أَمْرِنَا نُذِقْهُ مِنْ عَذَابِ السَّعِيرِ..walisulaymaana alrriiha ghuduwwuhaa syahrun warawaahuhaa syahrun wa-asalnaa lahu ayna alqithri wamina aljinni man ya’malu bayna yadayhi bi-idzni rabbihi waman yazigh minhum an amrinaa nudziqhu min adzaabi alssa’iiri..Dan Kami tundukkan angin bagi Sulaiman, yang perjalanannya di waktu pagi sama dengan perjalanan sebulan dan perjalanannya di waktu sore sama dengan perjalanan sebulan pula dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian dari jin ada yang bekerja di hadapannya di bawah kekuasaannya dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang di antara mereka dari perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya لَهُ مَا يَشَاءُ مِنْ مَحَارِيبَ وَتَمَاثِيلَ وَجِفَانٍ كَالْجَوَابِ وَقُدُورٍ رَاسِيَاتٍ ۚ اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ..ya’maluuna lahu maa yasyaau min mahaariiba watamaatsiila wajifaanin kaaljawaabi waquduurin raasiyaatin i’maluu aala daawuuda syukran waqaliilun min ibaadiya alsysyakuuru..Para jin itu membuat untuk Sulaiman apa yang dikehendakinya dari gedung-gedung yang tinggi dan patung-patung dan piring-piring yang besarnya seperti kolam dan periuk yang tetap berada di atas tungku. Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur kepada Allah. Dan sedikit sekali dari hamba-hambaKu yang berterima Ash-Shaffat [37]61لِمِثْلِ هَٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ..limitsli haadzaa falya’mali al’aamiluuna..Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang Az-Zumar [39]39قُلْ يَا قَوْمِ اعْمَلُوا عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّي عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ..qul yaa qawmi i’maluu alaa makaanatikum innii aamilun fasawfa ta’lamuuna..Katakanlah “Hai kaumku, bekerjalah sesuai dengan keadaanmu, sesungguhnya aku akan bekerjapula, maka kelak kamu akan mengetahui,QS. Al-Fushilat [41]5وَقَالُوا قُلُوبُنَا فِي أَكِنَّةٍ مِمَّا تَدْعُونَا إِلَيْهِ وَفِي آذَانِنَا وَقْرٌ وَمِنْ بَيْنِنَا وَبَيْنِكَ حِجَابٌ فَاعْمَلْ إِنَّنَا عَامِلُونَwaqaaluu quluubunaa fii akinnatin mimmaa tad’uunaa ilayhi wafii aatsaaninaa waqrun wamin bayninaa wabaynika hijaabun fai’mal innanaa aamiluuna..Mereka berkata “Hati kami berada dalam tutupan yang menutupi apa yang kamu seru kami kepadanya dan telinga kami ada sumbatan dan antara kami dan kamu ada dinding, maka bekerjalah kamu; sesungguhnya kami bekerja pula.”Baca juga tentang Ayat Al Qur’an Tentang Motivasi , Ayat Al Qur’an Tentang Rindu , Ayat Alquran Tentang Cinta Kepada Lawan Jenis , Ayat Al-Quran Tentang Cinta, dan Ayat Alquran Untuk Melupakan SeseorangQS. Al-Insyiqaq [84]6يَا أَيُّهَا الْإِنْسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَىٰ رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِyaa ayyuhaa al-insaanu innaka kaadihun ilaa rabbika kadhan famulaaqiihi..Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja dengan sungguh-sungguh menuju Tuhanmu, maka pasti kamu akan Al-Ghaasyiah [88]3عَامِلَةٌ نَاصِبَةٌaamilatun naasibatun..Yang artinya Bekerja keras lagi kepayahan,Nah itu dia 9 firman Allah SWT yang tertera di dalam Al – Quran mengenai pentingnya kita bekerja keras dalam hidup di dunia, untuk mendapatkan keuntungan dan pahala di akhirat nanti. Semoga bermanfaat. 23 Ayat Al-Quran Tentang Tangan – Allah Tabaraka Wa Ta’ala banyak menyebutkan tentang tangan di dalam A-Quran. Terkadang maksudnya adalah hakiki yakni tangan manusia, terkadang maknanya kiasan dan ada juga sebagian ayat yang maksudnya adalah tangan Allah Jalla Dzikruhu. Allah Ta’ala memberikan manusia tangan adalah untuk beribadah kepada Allah, untuk sholat, berdzikir, berdoa, bekerja yang halal dan lain sebagainya. Bukan digunakan untuk bermaksiat dan berbuat dosa kepada Allah. Kelak akan tiba masanya tangan, kaki dan semua anggota badan berbicara menjadi saksi atas diri kita atas apa yang telah kita lakukan semasa hidup di dunia. Baca Juga Hukum Main Saham Binomo Pada tulisan ini Al-Quran Pedia akan membahas sedikit mengenai ayat-ayat Al-Quran yang membicarakan tentang tangan. Simak selengkapnya di bawah ini. 1 Maka kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; "Ini dari Allah", dengan maksud untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan. Al-Baqarah 79 2 Katakanlah "Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ali Imran 26 3 Dan janganlah kamu percaya melainkan kepada orang yang mengikuti agamamu. Katakanlah "Sesungguhnya petunjuk yang harus diikuti ialah petunjuk Allah, dan janganlah kamu percaya bahwa akan diberikan kepada seseorang seperti apa yang diberikan kepadamu, dan jangan pula kamu percaya bahwa mereka akan mengalahkan hujjahmu di sisi Tuhanmu." Katakanlah "Sesungguhnya karunia itu di tangan Allah, Allah memberikan karunia-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Luas karunia-Nya lagi Maha Mengetahui"; Ali Imran 73 4 Maka bagaimanakah halnya apabila mereka orang-orang munafik ditimpa sesuatu musibah disebabkan perbuatan tangan mereka sendiri, kemudian mereka datang kepadamu sambil bersumpah "Demi Allah, kami sekali-kali tidak menghendaki selain penyelesaian yang baik dan perdamaian yang sempurna." An-Nisaa’ 62 5 Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri tempat kediamannya. Yang demikian itu sebagai suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar, Al-Maa’idah 33 6 Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya sebagai pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Al-Maa’idah 38 7 Orang-orang Yahudi berkata "Tangan Allah terbelenggu", sebenarnya tangan merekalah yang dibelenggu dan merekalah yang dila'nat disebabkan apa yang telah mereka katakan itu. Tidak demikian, tetapi kedua-dua tangan Allah terbuka; Dia menafkahkan sebagaimana Dia kehendaki. Dan Al-Quran yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu sungguh-sungguh akan menambah kedurhakaan dan kekafiran bagi kebanyakan di antara mereka. Dan Kami telah timbulkan permusuhan dan kebencian di antara mereka sampai hari kiamat. Setiap mereka menyalakan api peperangan Allah memadamkannya dan mereka berbuat kerusakan dimuka bumi dan Allah tidak menyukai orang-orang yang membuat kerusakan. Al-Maa’idah 64 8 Apakah berhala-berhala mempunyai kaki yang dengan itu ia dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengan itu ia dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengan itu ia dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengan itu ia dapat mendengar? Katakanlah "Panggillah berhala-berhalamu yang kamu jadikan sekutu Allah, kemudian lakukanlah tipu daya untuk mencelakakan-ku. tanpa memberi tangguh kepada-ku." Al-A’raaf 195 9 Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan perantaraan tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. At-Taubah 14 10 Ingatlah suatu hari yang di hari itu Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. Al-Israa’ 71 11 Berkata Fir'aun "Apakah kamu telah beriman kepadanya Musa sebelum aku memberi izin kepadamu sekalian. Sesungguhnya ia adalah pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu sekalian. Maka sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kaki kamu sekalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan sesungguhnya aku akan menyalib kamu sekalian pada pangkal pohon kurma dan sesungguhnya kamu akan mengetahui siapa di antara kita yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya." Thaahaa 71 12 Akan dikatakan kepadanya "Yang demikian itu, adalah disebabkan perbuatan yang dikerjakan oleh kedua tangan kamu dahulu dan sesungguhnya Allah sekali-kali bukanlah penganiaya hamba-hamba-Nya." Al-Hajj 10 13 Katakanlah "Siapakah yang di tangan-Nya berada kekuasaan atas segala sesuatu sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat dilindungi dari azab-Nya, jika kamu mengetahui?" Al-Mu’minuun 88 Baca Juga Tidak Hafal Doa Sholat Jenazah 14 pada hari ketika, lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. An-Nuur 24 15 Dan apabila Kami rasakan sesuatu rahmat kepada manusia, niscaya mereka gembira dengan rahmat itu. Dan apabila mereka ditimpa suatu musibah bahaya disebabkan kesalahan yang telah dikerjakan oleh tangan mereka sendiri, tiba-tiba mereka itu berputus asa. Ar-Ruum 36 16 Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari akibat perbuatan mereka, agar mereka kembali ke jalan yang benar. Ar-Ruum 41 17 Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan. Yaasiin 65 18 Maka Maha Suci Allah yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. Yaasiin 83 19 Allah berfirman "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?." Shaad 75 20 Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan. Az-Zumar 67 21 Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar. Al-Fath 10 22 Dia-lah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab dari kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka, bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka dapat mempertahankan mereka dari siksa Allah; maka Allah mendatangkan kepada mereka hukuman dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan dalam hati mereka; mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka ambillah kejadian itu untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan. Al-Hasyr 2 23 Maha Suci Allah Yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, Al-Mulk 1 Itulah berbagai ayat Al-Quran yang menyebutkan tentang tangan. Semoga tulisan sederhana nan singkat ini menambah khazanah wawasan kita tentang isi Al-Quran. Baca Juga 25 Ayat Al-Quran Tentang Pertolongan Semoga bermanfaat. Diselesaikan pada 18 Shafar 1444 Hijriyah/14 September 2022 Masehi. - Doa merupakan bahasa manusia kepada Allah. Jika saat ini handphone menjadi alat hubung antara dua orang manusia. Maka alat hubung atau handphone-nya manusia dengan Allah adalah doa. Doa berisi tentang permintaan, harapan, juga permohonan bantuan. Allah tidak menciptakan manusia kecuali untuk beribadah. Ibadah bisa bermakna luas, bekerja bisa disebut ibadah bila diniatkan karena Allah. Menyapu halaman, memberi makan kucing, bahkan berolahraga bisa juga disebut ibadah. Nabi SAW bersabda, “Ad-du’a mukkhul ibaadah”, doa itu adalah inti ibadah. Maka, seperti apapun bentuk ibadah kita, shalat-kah, belajar-kah, bekerja-kah, inti dari semua itu adalah doa. Kita bekerja, intinya kita sedang berdoa memohon rezeki kepada Allah. Begitupun belajar, intinya kita berdoa meminta karunia ilmu dari Allah. Pernahkah kita berdoa ingin menjadi orang kaya? Sudah terwujudkah saat ini? Mungkin sebagian dari kita merasa tidak perlu berdoa. Alasan mereka, jawaban doa tak bisa diharapkan, tak jelas, tak sesuai keinginan dan tak pernah terkabul. Memang konsep jawaban doa bukan seperti yang kita mau, tapi seperti yang kita butuh. Jika segala keinginan manusia dikabulkan, lalu kapan kita akan belajar menerima, kapan kita akan belajar ikhlas dan sabar? Allah bukannya tidak mengabulkan doa kita. Allah mengabulkan kok, hanya saja mungkin yang kita terima tidak seratus persen sama dengan yang kita minta. Allah itu Maha Kreatif, Dia memberikan bentuk jawaban variatif untuk hamba-Nya. Ada tiga bentuk jawaban doa, diantaranya dikabulkan secara langsung, ditunda sampai waktu yang tepat, dan diganti dengan yang lebih baik. Maka sebenarnya, tidak ada alasan bagi kita untuk berhenti berdoa, karena nyatanya, doa kita selalu dijawab. Kepekaan kita saja yang perlu diasah, agar lebih tajam lagi menangkap pesan semesta. Surah Al-Ikhlas menginformasikan kepada kita bahwa Allah tempat bergantung. Jadi bagaimanapun hidup kita, sesengsara apapun, sekaya apapun, selama ada Allah sebagai tempat bergantung, maka selama itu pula kita akan terus punya harapan. Selama kita menganggap Allah, serumit apapun masalah kita, berdoalah, biarkan semesta yang bekerja untukmu. Biarkan Allah yang mengarahkan hidupmu pada pilihan-pilihan yang terbaik. Ustadz Hanan Attaki dalam ceramahnya bilang tentang janji Allah kepada hamba-Nya yang berdoa, “Innii qoriibun”, Sesungguhnya Aku itu dekat. Tidak mungkin Allah tidak mendengar doa kita. Kata innii dalam bahasa arab bermakna taukid atau penguatan. Artinya, Allah itu mendengar banget doa kita. Para ulama berkata, “Segala sesuatu di dunia ini akan pergi dan tak akan kembali kecuali doa.” Doa akan pergi tapi dia akan datang lagi. Pergi disini maksudnya pergi kepada Allah. Doa yang pergi ke Allah, pasti akan datang lagi kepada yang memintanya. Maka dari itu, janganlah kita mudah berputus asa dalam berdoa. Toh, Allah pasti mengabulkan semua doa kita kok, meski dalam jawaban yang berbeda. Hubungi Allah dengan adab, shalatlah dengan khusyuk, bersungguh-sungguhlah dalam ikhtiar. Bisa jadi, alasan Allah menunda doa-doa kita adalah buruknya ibadah kita, jeleknya akhlak kita, atau lemahnya ikhtiar kita. Benahilah ibadah kita, karena inti dari segala inti ibadah, tidak lain dan tidak bukan adalah sebuah doa, sebuah bahasa terdalam yang diungkapkan hati sebagai permohonan dan harapan kepada Allah. Biarkan Tangan Tuhan yang Bekerja merupakan judul puisi karya Khoirul Triann yang dibacakan olehnya di Kanal Youtube Catatan Khoirul Triann. Berikut teks puisinya jauh-jauh mencari ketenangan sepertinya yang kamu butuhkan saat ini hanya perlu berdamai dengan kenangan sesulit-sulitnya buat sembuh rasanya pulang ke rumah sendiri adalah jawaban dari semua obatnyabukan rumah yang itu tapi rumah yang isinya Hanya kamu dan dirimu sendiri yang paham tentang bagaimana caranya merelakan dan melepaskan yang kadang tidak harus diikhlaskan kamu bohong kalau misalnya kamu bilang sudah ikhlas seseorang yang sudah benar-benar menerima lukanya tidak akan pernah membahas lukanya lagi kepada siapapun jadi kamu kalau masih suka mengeluh, suka menyesali yang sudah-sudah Bahkan suka menceritakannya lagi kepada orang baru tandanya kamu masih belum ikhlas, tandanya kamu masih belum bisa berdamai mungkin kalau tidak dijatuhkan dulu kamu akan selamanya lupa bahwa ini cuma dunia ini cuma hidup yang skenarionya sudah diatur sama Tuhan kita hanya memerankan tidak berhak menyalahkan kadang memang ketika kita meminta bahagia Tuhan justru beri Kita Luka agar ketika bahagianya beneran datang kita tahu bagaimana maknanya dan cara mensyukurinya Tuhan baik tahu cuma kadang kita yang jarang paham bahwa Tuhan itu baik sesekali coba lihat dirimu berapa kali Patah Hati yang padahal Tuhan sudah jelas-jelas memintamu buat jangan terlalu berharap dengan manusia jangan mengharapkan kebaikan dari manusia karena kadang Tuhan cemburu sama kita Soalnya kalau kita menangis yang kita cari bukan Tuhan tapi malah manusia lain yang padahal manusia di bumi tidak ada yang benar-benar peduli kadang mereka hanya ingin tahu tidak sepenuhnya benar ingin membantu sia-sia kita jadi manusia baik kalau kita tidak pernah punya hubungan baik dengan Tuhan sia-sia kita berdoa Kalau kita masih Selalu ragu dengan keputusan Tuhan sekali lagi jangan cari bahagia tapi Carilah ketenangan yang dimana kamu bisa mensyukuri hidup untuk satu hari lagi di bumi sesederhana, Masih diberi nafas saja itu sudah luar biasa berhenti menggantungkan diri pada manusia mulailah menceritakan apa-apa yang membuatmu lelah kepada Tuhan Siapa tahu Tuhan bisa bantu Bukankah masalahmu itu hanya sebagian kecil dari kehendak Tuhan yang tidak mungkin tidak ada jalan keluarnya kamu hanya perlu menjadi manusia baik maka semuanya akan tenang kamu hanya perlu sabar dan sekarang biarkan tangan Tuhan yang bekerjaJogja, 6 Januari 2023***Demikian Teks Puisi Khoirul Triann Biarkan Tangan Tuhan yang Bekerja. Catatan PenutupTerima kasih telah berkunjung ke website Sampah kopi pahit... Share This Biarkan Tangan Yehuwa yang Kekal Mendukung Saudara ”Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.”​—ULANGAN 3327. 1, 2. Mengapa umat Yehuwa dapat yakin akan dukungan-Nya? YEHUWA mengasihi umat-Nya. Misalnya, selama semua kesukaran yang dialami bangsa Israel, ’masa itu merupakan kesesakan bagi-Nya’ NW! Dalam kasih dan belas kasihan, Ia ”mengangkat dan menggendong mereka”. Yesaya 637-9 Jadi jika kita setia kepada Allah, kita dapat yakin akan dukungan-Nya. 2 Nabi Musa berkata, ”Allah yang abadi adalah tempat perlindunganmu, dan di bawahmu ada lengan-lengan yang kekal.” Ulangan 3327 Bunyi terjemahan yang lain, ”Allah selamanya menjadi perlindunganmu, lengannya yang kekal menopang kamu.” Bahasa Indonesia Sehari-hari Namun bagaimana tangan Allah mendukung hamba-hamba-Nya? Mengapa Begitu Banyak Penderitaan 3. Bilamana umat manusia yang patuh akan menikmati ’kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah’? 3 Melayani Yehuwa tidak melindungi kita dari penderitaan umum yang menimpa umat manusia yang tidak sempurna. Ayub, hamba Allah berkata, ”Manusia yang lahir dari perempuan, singkat umurnya dan penuh kegelisahan.” Ayub 141 Mengenai ”masa hidup kami”, pemazmur berkata, ”Kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan.” Mazmur 9010 Kehidupan akan demikian sampai ’makhluk itu dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah’. Roma 819-22 Hal itu akan terjadi selama Pemerintahan Seribu Tahun Kristus. Atas dasar korban tebusan Yesus, manusia yang merupakan rakyat dari Kerajaan tersebut akan mengalami pembebasan dari dosa dan kematian. Pada akhir Milenium, Kristus dan rekan-rekannya para raja-imam akan telah membantu umat manusia yang taat untuk mencapai kesempurnaan, dan nama dari orang-orang yang loyal kepada Allah selama ujian terakhir oleh Setan beserta hantu-hantunya telah tertulis secara permanen di dalam ”kitab kehidupan”. Wahyu 2012-15 Mereka kemudian akan menikmati kemerdekaan yang mulia dari anak-anak Allah. 4. Daripada mengeluh mengenai keadaan kita dalam kehidupan, apa yang harus kita lakukan? 4 Sementara itu, sebaliknya dari mengeluh mengenai keadaan kita dalam kehidupan, marilah kita percaya kepada Yehuwa. 1 Samuel 1222; Yudas 16 Marilah kita juga berterima kasih atas Imam Besar kita, Yesus, melalui siapa kita dapat mendekati Allah ”supaya kita menerima rakhmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”. Ibrani 414-16 Jangan kita pernah seperti Adam. Sebenarnya, ia dengan salah menuduh Yehuwa memberikan dia istri yang tidak baik, dengan berkata, ”Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.” Kejadian 312 Allah memberikan hal-hal yang baik dan tidak mendatangkan penderitaan atas kita. Matius 545; Yakobus 117 Kesengsaraan sering kali merupakan akibat dari kurangnya hikmat di pihak kita sendiri atau karena kesalahan orang lain. Itu dapat terjadi atas kita karena kita manusia berdosa dan hidup dalam dunia yang dikuasai oleh Setan. Amsal 193; 1 Yohanes 519 Namun, tangan Yehuwa yang kekal selalu mendukung hamba-hamba-Nya yang loyal yang dengan sungguh-sungguh bersandar kepada-Nya dan secara pribadi menerapkan nasihat dari Firman-Nya.—Mazmur 375; 119105. Ditopang pada Waktu Sakit 5. Anjuran apa yang dapat diperoleh orang-orang yang sakit dari Mazmur 412-4? 5 Penyakit kadang-kadang membuat kebanyakan dari kita menderita. Namun, Daud berkata, ”Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! [Yehuwa] akan meluputkan dia pada waktu celaka. [Yehuwa] akan melindungi dia dan memelihara nyawanya, sehingga ia disebut berbahagia di bumi; Engkau takkan membiarkan dia dipermainkan musuhnya! [Yehuwa] membantu dia di ranjangnya waktu sakit; di tempat tidurnya Kaupulihkannya sama sekali dari sakitnya.”—Mazmur 412-4. 6, 7. Bagaimana Allah membantu Daud ketika ia berada di ranjang orang sakit, dan bagaimana hal ini dapat menganjurkan hamba-hamba Yehuwa dewasa ini? 6 Orang yang memiliki timbang rasa membantu orang yang membutuhkannya. ”Waktu celaka” dapat berupa keadaan celaka apa pun atau penderitaan dalam jangka waktu lama yang melemahkan seseorang. Ia percaya kepada Allah untuk melindunginya selama ia sakit, dan orang-orang lain ’menyebut dia berbahagia di bumi’ dengan memberitakan kabar tentang cara yang pengasih dari Yehuwa dalam berurusan dengan dia. Allah menopang Daud ”di ranjangnya waktu sakit”, mungkin selama masa ia menderita ketika Absalom, putra Daud, berupaya merebut takhta Israel.—2 Samuel 151-6. 7 Karena Daud telah memperlihatkan timbang rasa kepada orang-orang yang rendah, ia merasa bahwa Allah akan mendukung dia pada waktu ia berbaring tak berdaya di tempat tidur karena sakit. Mazmur 1824-26 Meskipun sakit gawat, ia yakin bahwa Allah akan ’memulihkan tempat tidurnya’, tidak dengan secara mukjizat melenyapkan penyakitnya, tetapi dengan menguatkan dia dengan pikiran-pikiran yang menghibur. Halnya seolah-olah Yehuwa mengubah tempat tidurnya dari ranjang orang sakit menjadi ranjang orang sembuh. Demikian pula, jika kita menderita penyakit sebagai hamba Allah, tangan Yehuwa yang kekal akan mendukung kita. Penghiburan bagi Orang-Orang yang Tertekan 8. Bagaimana orang-orang kristiani yang sakit memperlihatkan ketergantungan mereka kepada Allah? 8 Penyakit dapat menyebabkan depresi mental. Seorang kristiani yang sakit keras, yang kadang-kadang bahkan tidak cukup kuat untuk membaca, menceritakan, ”Hal ini mengakibatkan saya mengalami banyak perasaan depresi, merasa diri tidak layak, dan bahkan tidak bisa mengeluarkan air mata.” Karena mengetahui bahwa Setan hendak mengalahkan dia dengan perasaan kecil hati, ia berupaya melawan, menyadari bahwa dengan bantuan Yehuwa ia tidak akan gagal. Yakobus 47 Pria ini menjadi anjuran bagi orang-orang lain yang mengetahui bahwa ia menaruh kepercayaan kepada Allah. Mazmur 2911 Bahkan pada waktu dirawat di rumah sakit, ia menelepon orang-orang yang sakit dan orang-orang lain untuk membina mereka secara rohani. Ia sendiri dibina dengan mendengarkan rekaman kaset dari Kingdom melodies dan artikel-artikel dalam majalah ini dan majalah pendampingnya, Sedarlah!, dan dengan bergaul dengan sesama kristiani. Saudara ini berkata, ”Saya dengan tetap tentu berbicara kepada Yehuwa dalam doa, memohon kepada-Nya untuk memberikan kekuatan, bimbingan, hiburan, dan bantuan untuk dapat bertekun.” Jika saudara seorang kristiani yang mengalami problem-problem kesehatan yang serius, percayalah selalu kepada Yehuwa dan jadikan tangan-Nya yang kekal pendukung saudara. 9. Teladan apa memperlihatkan bahwa depresi mental kadang-kadang dapat mengganggu orang-orang yang saleh? 9 Depresi merupakan problem lama. Sewaktu mengalami ujian, Ayub berbicara seperti orang yang merasa ditinggalkan oleh Allah. Ayub 292-5 Perasaan prihatin akan keadaan Yerusalem yang terbengkalai membuat Nehemia merasa murung, dan Petrus begitu tertekan karena menyangkal Kristus sehingga ia menangis tersedu-sedu. Nehemia 21-8; Lukas 2262 Epafroditus tertekan ketika mengetahui bahwa orang-orang kristiani di Filipi mendengar ia jatuh sakit. Filipi 225, 26 Depresi menimpa beberapa orang kristiani di Tesalonika, karena Paulus mendesak saudara-saudara di sana untuk ’menghibur mereka yang tawar hati’. 1 Tesalonika 514 Jadi bagaimana Allah membantu orang-orang demikian? 10. Apa yang dapat membantu dalam berupaya mengatasi depresi mental? 10 Suatu keputusan pribadi harus diambil sehubungan dengan perawatan profesional untuk depresi Galatia 65 Istirahat cukup dan kegiatan yang seimbang dapat membantu. Daripada memandang beberapa problem sekaligus sebagai satu bencana besar, seorang yang sedang mengalami depresi akan mendapati berguna untuk berupaya memecahkannya satu per satu. Bantuan yang menghibur dari para penatua sidang dapat sangat berguna, khususnya jika problem emosi ini menyebabkan keprihatinan rohani. Yakobus 513-15 Di atas segalanya, adalah penting untuk bersandar kepada Yehuwa, ’menyerahkan segala kekhawatiran kita kepada-Nya sebab Ia yang memelihara kita’. Doa yang terus-menerus dan dengan sungguh-sungguh dapat mendatangkan ’damai sejahtera Allah yang akan memelihara hati dan pikiran melalui Yesus Kristus’.—1 Petrus 56-11; Filipi 46, 7. Yehuwa Membantu Kita untuk Menanggung Kesedihan 11-13. Apa yang dapat membantu menghilangkan kesedihan atas kematian seorang yang kita kasihi? 11 Pengalaman lain yang menekan adalah kematian dari seorang yang kita kasihi. Abraham meratapi kematian istrinya, Sara. Kejadian 232 Daud sangat sedih ketika Absalom, putranya mati. 2 Samuel 1833 Ya, bahkan Yesus, pria yang sempurna ’menangis’ atas kematian sahabatnya, Lazarus! Yohanes 1135 Jadi kesedihan timbul pada waktu kematian memisahkan seseorang yang kita kasihi. Namun apa yang dapat membantu untuk menghilangkan kesedihan demikian? 12 Allah membantu umat-Nya untuk menahan kesedihan yang sangat karena kehilangan orang yang dikasihi dalam kematian. Firman-Nya berkata bahwa akan ada kebangkitan. Karena itu, kita tidak ”berdukacita seperti orang-orang lain yang tidak mempunyai pengharapan”. 1 Tesalonika 413; Kisah 2415 Roh Yehuwa membantu kita memiliki damai dan iman dan merenungkan tentang masa depan menakjubkan yang dijanjikan dalam Firman-Nya, sehingga kita tidak menjadi kewalahan dengan pikiran-pikiran sedih mengenai orang yang dikasihi yang sudah meninggal. Penghiburan juga dapat diperoleh dengan membaca Alkitab dan berdoa kepada ”Allah sumber segala pengharapan.”—2 Korintus 13, 4; Mazmur 685-7. 13 Kita dapat memperoleh penghiburan dari harapan kebangkitan seperti yang dilakukan Ayub yang saleh, yang berseru, ”Ah, kiranya Engkau [Yehuwa] menyembunyikan aku di dalam dunia orang mati [”Sheol”, NW], melindungi aku, sampai murkaMu surut; dan menetapkan waktu bagiku, kemudian mengingat aku pula! Kalau manusia mati, dapatkah ia hidup lagi? Maka aku akan menaruh harap selama hari-hari pergumulanku, sampai tiba giliranku; maka Engkau akan memanggil, dan akupun akan menyahut; Engkau akan rindu kepada buatan tanganMu.” Ayub 1413-15 Biasanya kita tidak merasa terlalu sedih sewaktu seorang sahabat yang kita kasihi pergi mengadakan perjalanan, karena kita berharap akan berjumpa lagi dengan dia. Kesedihan yang sangat yang disebabkan oleh kematian orang yang kita kasihi mungkin akan berkurang jika kita memandang kematian seorang kristiani yang setia secara demikian. Jika ia memiliki harapan hidup di bumi, ia akan bangun dari tidur kematian di atas bumi ini selama Pemerintahan Seribu Tahun Kristus. Yohanes 528, 29; Wahyu 2011-13 Dan jika kita berharap hidup kekal selamanya di atas bumi, kita bisa berada di sini menyambut orang yang kita kasihi yang dibangkitkan. 14. Bagaimana dua orang janda Kristen menanggulangi kematian dari suami mereka? 14 Setelah kematian suaminya, seorang saudari tahu bahwa ia harus meneruskan kegiatannya dalam dinas Allah. Selain tetap sibuk dalam ’banyak pekerjaan Tuhan’, ia membuat pekerjaan tangan quilt dari 800 perca kain. 1 Korintus 1558 ”Ini merupakan proyek yang bagus,” katanya, ”karena selama saya mengerjakannya, saya dapat mendengarkan lagu-lagu Kerajaan dan rekaman Alkitab, yang membuat pikiran saya tetap sibuk.” Dengan senang hati ia mengingat kembali kunjungan dari seorang penatua yang berpengalaman bersama istrinya. Dari Alkitab, penatua tersebut menunjukkan bahwa Allah benar-benar memperhatikan para janda. Yakobus 127 Seorang wanita Kristen lain tidak menyerah kepada perasaan mengasihani diri ketika suaminya meninggal. Ia menghargai dukungan teman-teman dan menaruh lebih banyak perhatian terhadap orang-orang lain. ”Saya berdoa lebih sering dan mengembangkan hubungan yang lebih akrab dengan Yehuwa,” katanya. Dan betapa memberi berkat memiliki dukungan dari tangan Allah yang kekal! Bantuan pada Waktu Kita Berbuat Salah 15. Apakah inti dari kata-kata Daud di Mazmur 198-14? 15 Meskipun kita mengasihi hukum Yehuwa, kadang-kadang kita berbuat salah. Tidak diragukan hal ini membuat kita sedih, sebagaimana halnya Daud, bagi siapa hukum-hukum, peringatan, peraturan, dan keputusan hukum Allah lebih ia inginkan daripada emas. Ia berkata, ”Hambamu beroleh nasehat dari padanya, maka dalam pemeliharaannya adalah banyak pahala. Siapa gerangan mengetahui akan segala sesatan dirinya; sucikanlah kiranya aku dari pada segala salah yang sembunyi. Peliharakanlah juga hambamu dari pada congkak [”tindakan yang lancang”, NW]; jangan ia itu merajalela atasku; maka pada masa itu kelak adalah hatiku tulus dan suci dari pada salah yang besar.” Mazmur 198-14, Klinkert Marilah kita analisis kata-kata ini. 16. Mengapa kita harus menghindari sikap lancang? 16 Tindakan yang lancang adalah dosa yang lebih serius daripada kekhilafan. Saul ditolak sebagai raja karena dengan lancang mempersembahkan korban dan karena tidak memusnahkan Agag, raja Amalek dan hasil jarahan yang paling baik, padahal Allah telah memerintahkan agar orang-orang Amalek ditumpas. 1 Samuel 138-14; 158-19 Raja Uzia ditimpa penyakit lepra karena dengan lancang merebut tugas imam. 2 Tawarikh 2616-21 Ketika tabut perjanjian dibawa ke Yerusalem dan ternak yang menarik kereta tergelincir, Allah membunuh Uza karena tanpa hormat memegang Tabut itu untuk menahannya. 2 Samuel 66, 7 Jadi jika kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan atau apakah kita berwenang melakukan sesuatu, kita hendaknya memperlihatkan kesahajaan dan meminta petunjuk dari mereka yang mengerti. Amsal 112; 1310 Tentu saja, jika kita pernah bertindak lancang, kita harus berdoa memohon pengampunan dan meminta Allah membantu kita untuk berhati-hati terhadap perbuatan lancang di kemudian hari. 17. Bagaimana dosa-dosa yang tersembunyi dapat mempengaruhi seseorang, namun bagaimana pengampunan dan kelegaan dapat diperoleh? 17 Dosa-dosa yang tersembunyi dapat menyebabkan tertekan. Menurut Mazmur 321-5, Daud mencoba menyembunyikan dosanya, namun ia berkata, ”Selama aku berdiam diri, tulang-tulangku menjadi lesu karena aku mengeluh sepanjang hari; sebab siang malam tanganMu menekan aku dengan berat, sumsumku menjadi kering, seperti oleh teriknya musim panas.” Berupaya menekan hati nurani yang salah membuat Daud letih, dan kepedihan yang menyiksa mengurangi tenaganya seperti sebuah pohon kehilangan cairan penunjang kehidupan selama musim panas atau di bawah terik matahari musim panas. Ia rupanya menderita pengaruh yang menyakitkan secara mental dan fisik dan kehilangan keriangan karena tidak mengakui kesalahannya. Hanya dengan mengaku kepada Allah ia mendapat pengampunan dan kelegaan. Kata Daud, ”Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi! . . . Dosaku kuberitahukan kepadaMu dan kesalahanku tidaklah kusembunyikan; aku berkata ’Aku akan mengaku kepada [Yehuwa] pelanggaran-pelanggaranku,’ dan Engkau mengampuni kesalahan karena dosaku.” Bantuan pengasih dari para penatua Kristen dapat membantu mendapatkan pemulihan rohani.—Amsal 2813; Yakobus 513-20. 18. Apa buktinya bahwa dosa dapat lama pengaruhnya, namun apa yang dapat menjadi sumber penghiburan dalam keadaan demikian? 18 Dosa dapat mempunyai pengaruh yang bertahan lama. Itulah yang terjadi pada diri Daud, yang melakukan perzinaan dengan Batsyeba, mengatur kematian suaminya, dan mengawini janda yang sedang hamil itu. 2 Samuel 111-27 Meskipun Allah memperlihatkan belas kasihan karena janji Kerajaan, pertobatan Daud, dan caranya yang pengasih dalam memperlakukan orang lain, Daud mengalami ’malapetaka atas kaum keluarganya sendiri’. 2 Samuel 121-12 Anak yang dilahirkan dari hasil perzinaan itu mati. Putra Daud bernama Amnon memperkosa Tamar, adiknya dari ibu yang lain, dan dibunuh oleh Absalom, saudara laki-laki dari Tamar. 2 Samuel 1215-23; 131-33 Absalom menghina Daud dengan berhubungan badan dengan selir-selir Daud. Ia mencoba merebut takhta tetapi mati terbunuh. 2 Samuel 151–1833 Dosa tetap ada pengaruhnya. Misalnya, seorang pedosa yang dipecat mungkin bertobat dan diterima kembali dalam sidang, namun dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk memulihkan reputasi yang tercemar dan trauma emosi yang diakibatkan oleh dosa. Sementara itu, betapa menghiburnya mendapat pengampunan dari Yehuwa dan dukungan dari tangan-Nya yang kekal! Dibebaskan dari Tekanan-Tekanan atas Diri Kita 19. Bagaimana roh Allah dapat membantu pada waktu kita mengalami pencobaan berat? 19 Pada waktu mengalami pencobaan yang berat, bisa jadi kita kekurangan hikmat dan kekuatan untuk membuat keputusan dan melaksanakannya. Dalam keadaan demikian, roh Allah ”membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan”. Roma 826 Jika Yehuwa mendatangkan suatu perubahan keadaan, kita hendaknya bersyukur. Namun, tangan-Nya dapat menyelamatkan kita dalam cara lain. Jika kita memohon hikmat, Yehuwa melalui roh-Nya dapat menunjukkan apa yang harus kita lakukan dan menyediakan kekuatan yang diperlukan untuk melakukan hal itu. Yakobus 15-8 Dengan bantuan-Nya, kita dapat bertekun pada waktu ”berdukacita oleh berbagai-bagai pencobaan” dan berhasil menanggulanginya dengan iman yang teruji dan diperkuat.—1 Petrus 16-8. 20. Apa yang akan kita nikmati jika kita benar-benar membiarkan tangan Yehuwa yang kekal menjadi pendukung kita? 20 Janganlah kita pernah merasa letih untuk berpaling kepada Allah dalam doa. ”Mataku tetap terarah kepada [Yehuwa], sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring,” kata Daud. ”Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, sebab aku sebatang kara dan tertindas. Lapangkanlah hatiku yang sesak dan keluarkanlah aku dari kesulitanku! Tiliklah sengsaraku dan kesukaranku, dan ampunilah segala dosaku.” Mazmur 2515-18 Seperti Daud, kita akan menikmati pembebasan, perkenan, dan pengampunan dari Allah jika kita benar-benar membiarkan tangan Yehuwa yang kekal menjadi pendukung kita. [Catatan Kaki] Bagaimana Saudara Akan Menjawab? ◻ Bagaimana Yehuwa membantu hamba-hamba-Nya yang sedang sakit? ◻ Apa yang dapat membantu pada waktu kita berupaya mengatasi depresi mental? ◻ Apa yang dapat membantu menghilangkan kesedihan atas kematian seseorang yang kita kasihi? ◻ Bagaimana mereka yang menyembunyikan dosa-dosa mereka dapat memperoleh kelegaan? ◻ Bantuan apa tersedia pada waktu umat Yehuwa mengalami pencobaan berat? [Gambar di hlm. 16, 17] Kita dapat memperoleh penghiburan dari harapan kebangkitan, seperti halnya Ayub yang saleh Salah satu bahasan aqidah yang paling sering disalahpahami adalah soal ayat-ayat yang sepintas mengisyaratkan bahwa Allah punya anggota tubuh sehingga dalam benak sebagian orang terbayang seolah Dzat Allah adalah jism sosok tiga dimensi yang tersusun dari organ-organ tubuh tertentu. Ini adalah kesalahan fatal sebab hal ini adalah aqidah para Mujassimah. Aqidah Mujassimah ini adalah salah satu yang dilawan oleh para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Asy’ariyah-Maturidiyah dan disepakati sebagai salah satu aqidah yang menyimpang. Di antara contoh yang paling sering dibahas dalam tema ini adalah tentang kata “yadullah” yang secara harfiah berarti “tangan Allah” yang disebutkan dalam Al-Qur’an maupun hadits. Di antara ayat yang menyebut kata ini adalah قَالَ يَٰٓإِبْلِيسُ مَا مَنَعَكَ أَن تَسْجُدَ لِمَا خَلَقْتُ بِيَدَىَّ ۖ أَسْتَكْبَرْتَ أَمْ كُنتَ مِنَ ٱلْعَالِينَ "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku’. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu merasa termasuk orang-orang yang lebih tinggi?” QS. Shad 75 Apa maksud kata “yadayya” yang secara harfiah berarti “kedua tangan” dalam ayat di atas. Para Mujassimah mengartikannya secara harfiah sebagai organ tangan yang dikenal manusia, hanya bentuknya saja yang berbeda. Tapi makna ini salah menurut Imam Ahmad bin Hanbal 241 H sebab dengan memaknai semacam ini sama saja dengan mengatakan bahwa Dzat Allah adalah jism sosok tiga dimensi yang mempunyai ukuran panjang, lebar dan tinggi secara fisik. Ia mengatakan كَانَ يَقُول إِن لله تَعَالَى يدان وهما صفة لَهُ فِي ذَاته ليستا بجارحتين وليستا بمركبتين وَلَا جسم وَلَا جنس من الْأَجْسَام وَلَا من جنس الْمَحْدُود والتركيب والأبعاض والجوارح وَلَا يُقَاس على ذَلِك لَا مرفق وَلَا عضد وَلَا فِيمَا يَقْتَضِي ذَلِك من إِطْلَاق قَوْلهم يَد إِلَّا مَا نطق الْقُرْآن بِهِ أَو صحت عَن رَسُول الله صلى الله عَلَيْهِ وَسلم السّنة فِيهِ “Imam Ahmad berkata Sesungguhnya Allah Ta’ala mempunyai yadâni ”dua tangan” dan keduanya adalah sifat bagi-Nya dalam Dzat-Nya. Keduanya bukan organ tubuh untuk bekerja tangan/kaki, bukan susunan, bukan jism atau pun jenis dari jism, bukan kategori sesuatu yang bisa diukur, tersusun, fragmen atau anggota tubuh untuk bekerja jawârih. “Tangan” itu tak bisa dikiaskan dengan apa pun, bukan siku, bukan lengan, dan bukan pula apa yang dipahami dari kata “tangan” secara umum, kecuali [yang boleh adalah mengatakan] apa yang diucapkan oleh al-Qur’an atau apa yang sahih dari hadits Rasulullah ﷺﷺ.” al-Khallal, al-Aqîdah, 104. Demikianlah Imam Ahmad menolak mengartikan kata “yadullah” sebagai “organ tangan Allah” sebab organ adalah sesuatu yang dapat terukur dan tersusun sedangkan Dzat Allah bukanlah hal yang demikian. Di tempat berbeda, Imam Ahmad bin Hanbal, sebagaimana dinukil oleh Imam Hanabilah terkemuka di masanya, yakni Abu Fadl at-Tamimy 410 H, menegaskan tentang arti jism yang ia tolak bisa dinisbatkan pada Allah sebagaimana berikut إِنَّ الأَسْمَاءَ مَأْخُوذَةٌ مِنَ الشَّرِيعَةِ وَاللُّغَةِ، وَأَهْلُ اللُّغَةِ وَضَعُوا هَذَا الاسْمَ – أَيِ الْجِسْمَ – عَلَى ذِي طِولٍ وَعَرْضٍ وَسَمْكٍ وَتَرْكِيبٍ وَصُورَةٍ وَتَأْلِيفٍ، وَاللهُ خَارِجٌ عَنْ ذَلِكَ كُلِّهِ – أي مُنزَّهٌ عَنْه – فَلَمْ يَجُزْ أَنْ يُسمَّى جِسْمًا لِخروجِهِ عَنْ مَعْنَى الْجِسْمِيّةِ، وَلَمْ يَجِىءْ في الشَّرِيعَةِ ذَلِكَ فَبَطلَ "Sesungguhnya istilah-istilah itu diambil dari peristilahan syariah dan peristilahan bahasa sedangkan ahli bahasa menetapkan istilah ini jism untuk sesuatu yang punya panjang, lebar, tebal, susunan, bentuk dan rangkaian, sedangkan Allah berbeda dari itu semua. Maka dari itu, tidak boleh mengatakan bahwa Allah adalah jism sebab Allah tak punya makna jismiyah. Dan, istilah itu juga tidak ada dalam istilah syariat, maka batal menyifati Allah demikian." Abu al-Fadl at-Tamimy, I’tiqâd al-Imam al-Munabbal Ahmad bin Hanbal, 45. Dengan demikian, kata “yadullah” sejatinya sama sekali tak tepat bila diartikan sebagai “tangan”. Bila terpaksa menerjemah demikian, maka harus memakai tanda kutip sebab maknanya bukanlah tangan sebagaimana didefinisikan dalam kamus yang dikenal manusia. Allah sangat berbeda dengan semua makhluk sehingga mengartikan sesuatu tentang Dzat atau sifat Allah tak bisa dilakukan secara harfiah sebagaimana mengartikan dzat dan sifat makhluk. Ini adalah aqidah seluruh ulama Ahlussunnah wal Jama’ah Asy’ariyah-Maturidiyah yang dinyatakan dalam semua kitab-kitab mereka. Dengan ini dapat diketahui bahwa pernyataan sebagian tokoh yang seolah mengartikan “yadullah” sebagai organ tubuh Tuhan adalah pernyataan yang keliru menurut para ulama Ahlussunnah yang di dalamnya termasuk Imam Ahmad rahimahullah. Wallahu a'lam. Ustadz Abdul Wahab Ahmad, Wakil Katib PCNU Jember dan Peneliti Bidang Aqidah di Aswaja NU Center Jawa Timur.

biarkan tangan allah yang bekerja